Sprinter Wanita Tercepat di Asia Tenggara

On Rabu, 05 Desember 2012


Sprinter Wanita Tercepat di Asia Tenggara

Serafi Anelies Unani menorehkan catatan waktu 11,69 detik di final sprint 100 meter SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Pelari Thailand, Sangrat Nong-nuch, juga membukukan waktu yang sama. Tapi Serafi memiliki waktu reaksi relatif lebih cepat, yaitu, 0,172 detik, sementara Nong-nuch bereaksi 0,169 detik. Medali emas pun jatuh ke tangan Serafi. Dengan perolehan itu, Serafi berhasil mengawinkan medali emas sprint 100 meter dengan emas 100 meter putra, yang diraih Franklin S. Buruni.

Prestasi tadi adalah impian yang menjadi kenyataan bagi Serafi. Ia menjadi ratu sprint Asia Tenggara, sebuah mimpi dari gadis cilik yang memulai berlatih atletik di Jawa Timur pada usia sangat dini, 7 tahun. Berkat kepercayaan diri yang tinggi dan kerja kerasnya selama ini, Serafi mampu mewujudkan impian sekaligus menepis kutukan selama lebih dari satu dasawarsa yang menghantui atletik Indonesia: sprinter putri tak bakal menang melawan para sprinter Thailand.

Indonesia terakhir kali meraih medali emas lewat sprinter Irene Joseph pada SEA Games 1999 di Brunei Darussalam. ''Saya merasa senang dan bangga, tetapi (gelar juara) ini memberi arti bahwa saya harus kerja keras lagi,'' ujarnya kepada Mira Febri Mellya dari Gatra.

Kecintaan Sera, demikian ia biasa disapa, pada dunia atletik diturunkan ayahnya, Johan Unani, pemain Persebaya era 1980-an. ''Ayah suka mengajak saya untuk menemaninya joging,'' ia mengenang. Melihat bakat larinya, pada 2001, sang ayah memasukkan Sera di klub atletik Fajar Mas Murni (FMM), sebuah klub yang dibentuk PT Fajar Mas Murni, perusahaan swasta yang menaruh perhatian pada dunia atletik.

Setahun bergabung di FMM, Sera langsung mengemas prestasi dengan menjuarai Student Sport se-Jawa Timur. Saat itu, ia masih duduk di kelas I Sekolah Menengah Pertama Karang Petra 2, Surabaya. Ia kemudian bergabung sebagai atlet daerah mewakili Jawa Timur di ajang Pekan Olaharaga Nasional (PON) Palembang pada 2004. Saat itu, ia hanya kebagian medali perunggu bersama tiga teman lainnya dalam nomor estafet 4 x 100 meter.

Setahun kemudian, perempuan kelahiran Surabaya, 17 Februari 1989, ini ditarik ke Jakarta oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Ia digodok di pemusatan latihan nasional atlet atletik PB PASI. Tahun itu pula, Serafi ditunjuk mewakili Indonesia di ajang ASEAN Europe Meet (ASEM) 2005 dan meraih medali emas nomor 100 meter. Selain nomor 100 meter, Sera juga menyabet medali perak untuk nomor 200 meter.

Setelah itu, berbagai prestasi diraihnya di sejumlah kejuaraan lokal seperti PON Kalimantan Timur. Ia juga mendapat medali perunggu untuk nomor lari 100 meter di Kejuaraan Asia Junior, Jakarta.

Berbagai prestasi yang diraih Serafi membuatnya terpilih dalam Program Atlet Andalan (PAL) yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2009. Dan mencapai puncaknya pada SEA Games XXVI. Sera sadar bahwa prestasi yang didapatnya saat ini belum apa-apa. Ia harus berlatih lebih keras untuk mempertahankan prestasi saat ini dan meraih prestasi lebih tinggi. ''Saya tidak mau lengah karena ketika saya lengah, orang dengan cepat akan menggantikan posisi saya,'' ujarnya.

Sebagai atlet perempuan, ia juga merasa terpanggil untuk membuktikan kemampuan atlet perempuan. Mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional menjadi hal yang harus diraihnya. ''Ketika menang di SEA Games XXVI/2011, saya bilang, ini adalah pembuktian bahwa atlet putri juga mampu berbicara di kancah ASEAN,'' katanya.Menurut Serafi, ia sengaja mengumbar kata-kata itu agar publik melihat bahwa perempuan mampu berbuat sesuatu untuk orang banyak dan negara. Di dunia olahraga pun, Serafi terkadang merasa atlet perempuan mendapat diskriminasi. Ia ingin mematahkan opini publik yang memandang atlet perempuan tidak bisa menyaingi kemenangan atlet laki-laki. Untuk itu, Serafi bukan sekadar bicara, melainkan juga berusaha memberikan bukti. ''Segala sesuatu di Indonesia ini perlu bukti. Untuk dipercaya, kita harus membuktikan bahwa kita mampu. Begitu pun di atletik. Itulah yang saya tekankan pada diri saya sendiri bahwa saya, perempuan, bisa!'' ujarnya, optimistis.

Di dunia atletik, meskipun harus bersaing untuk menjadi yang tercepat, Serafi tidak egois. Ia mengaku rindu pada generasi-generasi baru yang berprestasi di cabang atletik. Diakui Sera, regenerasi atlet putri Indonesia sangatlah kurang. ''Sudah beberapa tahun ini, nama yang keluar masih itu-itu saja karena atlet junior kita belum mampu bersaing dengan baik. Mereka belum mampu menyamai yang senior. Itu sangat kami tunggu,'' tuturnya.

Secara pribadi, mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Surabaya ini juga masih memiliki impian yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi sprinter tercepat di Asia. ''Saya ingin menembus level Asia dan merambah kompetisi internasional lebih jauh lagi,'' katanya.

SEPUTAR SERAFI ANELIES UNANI

Nama   : Serafi Anelies Unani
Lahir  : Surabaya, 17 Februari 1989
Orang Tua
Ayah   : Johan Unani
Ibu    : Margaretha Sanggenafa
Saudara: Yesyurun Benya Unani, Maher Syalal H. Unani
Pendidikan:
- TK Indriyasana Surabaya (1994-1995)
- SD Rajawali Surabaya (lulus 2001)
- SMP Kr Petra II Surabaya (2004)
- SMA Kr Petra III Surabaya (2007)
- Fakultas Hukum Ubaya (Angkatan 2009)
Pelatih: Purnomo, Riswanto Pamudji, Ikhwan, Untung Tedjo, Matias Mambay, John Baharama, Henny Maspaitella
Klub   : Fajar Mas Mandiri

Prestasi
2002, Emas, Student Sprint, Nganjuk, Jawa Timur
2005, Emas, lari 100m ASEM (Asean Europe Meet) di Thailand.
2005, Perak, lari 200m ASEM (Asean Europe Meet) di Thailand
2005, Perak, lari 100m World Youth Championship di Maroko.
2005, Perunggu lari 100m Kejuaraan Asia Junior di Jakarta
2006, Emas, lari 100m Kejurnas Atletik di Jakarta di Jakarta
2008, Perak, lari 100m dan estafet 4x400m PON Kaltim
2008, Perunggu lari 200m dan estafet 4x100m PON Kaltim 2008
2009, Perunggu estafet 4x100 putri SEA Games XXV, Laos
2010, Emas, lari 100m Asean Universiti, Thailand
2010, Emas estafet 4x400 meter Asean Universiti, Thailand
2010, Perak estafet 4x100 meter Asean Universiti, Thailand
2011, Dua Emas Kejurnas, lari 100 meter dan 4x100 meter
2011, Emas lari 100 meter SEA Games XXVI
2011, Perak lari estafet 4x100 SEA Games XXVI

Kesukaan Serafi
Hobi: Baca Buku, Merajut, Shopping
Makanan: Bebek Goreng, Es krim
Artis: Halle Berry
Tokoh Idola: Nelson Mandela, Michelle Obama


Kata Mereka
Serafi anak yang supel dan cepat akrab dengan semua orang. Meski dia anak atletik, tapi juga bergabung di komunitas basket, saya bangga punya teman seperti dia, yang mau berteman dengan siapa saja. Tidak hanya itu, dia sangat feminin meski terlihat sangat strong.” Nelly M. Sapan, 21, teman
kuliah Serafi di Ubaya

Dia sangat pintar dalam menempatkan posisi dalam setiap suasana. Kalau sudah di atas lintasan, dia akan serius dan fokus untuk semua instruksi yang diberikan oleh sang pelatih. Di luar lintasan, orangnya dewasa dan menjadi seorang kakak yang baik dan ngayomi, juga menjadi teman curhat yang solutif. Saya berharap agar dia tetap low profile meski sudah meraih prestasi tinggi."
Tri Setyo Utami, teman sekamar Serafi di pelatnas atletik

Dia telah menjadi contoh seorang kakak yang baik. Dia tidak hanya mementingkan kepentingannya, tapi juga bertanggung jawab dengan masa depan
keluarga. Hampir semua kebutuhan pendidikan saya dipenuhi oleh kakak Serafi," Maher Syalal H. Unani, adik kandung Serafi

Dikutip dari: Jawa Pos, 18 Desember 2011

http://www.lestari.info/2012/05/serafi-anelies-unani-sprinter-wanita.html

Sprinter Wanita Tercepat di Asia Tenggara


Sprinter Wanita Tercepat di Asia Tenggara

Serafi Anelies Unani menorehkan catatan waktu 11,69 detik di final sprint 100 meter SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Pelari Thailand, Sangrat Nong-nuch, juga membukukan waktu yang sama. Tapi Serafi memiliki waktu reaksi relatif lebih cepat, yaitu, 0,172 detik, sementara Nong-nuch bereaksi 0,169 detik. Medali emas pun jatuh ke tangan Serafi. Dengan perolehan itu, Serafi berhasil mengawinkan medali emas sprint 100 meter dengan emas 100 meter putra, yang diraih Franklin S. Buruni.

Prestasi tadi adalah impian yang menjadi kenyataan bagi Serafi. Ia menjadi ratu sprint Asia Tenggara, sebuah mimpi dari gadis cilik yang memulai berlatih atletik di Jawa Timur pada usia sangat dini, 7 tahun. Berkat kepercayaan diri yang tinggi dan kerja kerasnya selama ini, Serafi mampu mewujudkan impian sekaligus menepis kutukan selama lebih dari satu dasawarsa yang menghantui atletik Indonesia: sprinter putri tak bakal menang melawan para sprinter Thailand.

Indonesia terakhir kali meraih medali emas lewat sprinter Irene Joseph pada SEA Games 1999 di Brunei Darussalam. ''Saya merasa senang dan bangga, tetapi (gelar juara) ini memberi arti bahwa saya harus kerja keras lagi,'' ujarnya kepada Mira Febri Mellya dari Gatra.

Kecintaan Sera, demikian ia biasa disapa, pada dunia atletik diturunkan ayahnya, Johan Unani, pemain Persebaya era 1980-an. ''Ayah suka mengajak saya untuk menemaninya joging,'' ia mengenang. Melihat bakat larinya, pada 2001, sang ayah memasukkan Sera di klub atletik Fajar Mas Murni (FMM), sebuah klub yang dibentuk PT Fajar Mas Murni, perusahaan swasta yang menaruh perhatian pada dunia atletik.

Setahun bergabung di FMM, Sera langsung mengemas prestasi dengan menjuarai Student Sport se-Jawa Timur. Saat itu, ia masih duduk di kelas I Sekolah Menengah Pertama Karang Petra 2, Surabaya. Ia kemudian bergabung sebagai atlet daerah mewakili Jawa Timur di ajang Pekan Olaharaga Nasional (PON) Palembang pada 2004. Saat itu, ia hanya kebagian medali perunggu bersama tiga teman lainnya dalam nomor estafet 4 x 100 meter.

Setahun kemudian, perempuan kelahiran Surabaya, 17 Februari 1989, ini ditarik ke Jakarta oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Ia digodok di pemusatan latihan nasional atlet atletik PB PASI. Tahun itu pula, Serafi ditunjuk mewakili Indonesia di ajang ASEAN Europe Meet (ASEM) 2005 dan meraih medali emas nomor 100 meter. Selain nomor 100 meter, Sera juga menyabet medali perak untuk nomor 200 meter.

Setelah itu, berbagai prestasi diraihnya di sejumlah kejuaraan lokal seperti PON Kalimantan Timur. Ia juga mendapat medali perunggu untuk nomor lari 100 meter di Kejuaraan Asia Junior, Jakarta.

Berbagai prestasi yang diraih Serafi membuatnya terpilih dalam Program Atlet Andalan (PAL) yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2009. Dan mencapai puncaknya pada SEA Games XXVI. Sera sadar bahwa prestasi yang didapatnya saat ini belum apa-apa. Ia harus berlatih lebih keras untuk mempertahankan prestasi saat ini dan meraih prestasi lebih tinggi. ''Saya tidak mau lengah karena ketika saya lengah, orang dengan cepat akan menggantikan posisi saya,'' ujarnya.

Sebagai atlet perempuan, ia juga merasa terpanggil untuk membuktikan kemampuan atlet perempuan. Mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional menjadi hal yang harus diraihnya. ''Ketika menang di SEA Games XXVI/2011, saya bilang, ini adalah pembuktian bahwa atlet putri juga mampu berbicara di kancah ASEAN,'' katanya.Menurut Serafi, ia sengaja mengumbar kata-kata itu agar publik melihat bahwa perempuan mampu berbuat sesuatu untuk orang banyak dan negara. Di dunia olahraga pun, Serafi terkadang merasa atlet perempuan mendapat diskriminasi. Ia ingin mematahkan opini publik yang memandang atlet perempuan tidak bisa menyaingi kemenangan atlet laki-laki. Untuk itu, Serafi bukan sekadar bicara, melainkan juga berusaha memberikan bukti. ''Segala sesuatu di Indonesia ini perlu bukti. Untuk dipercaya, kita harus membuktikan bahwa kita mampu. Begitu pun di atletik. Itulah yang saya tekankan pada diri saya sendiri bahwa saya, perempuan, bisa!'' ujarnya, optimistis.

Di dunia atletik, meskipun harus bersaing untuk menjadi yang tercepat, Serafi tidak egois. Ia mengaku rindu pada generasi-generasi baru yang berprestasi di cabang atletik. Diakui Sera, regenerasi atlet putri Indonesia sangatlah kurang. ''Sudah beberapa tahun ini, nama yang keluar masih itu-itu saja karena atlet junior kita belum mampu bersaing dengan baik. Mereka belum mampu menyamai yang senior. Itu sangat kami tunggu,'' tuturnya.

Secara pribadi, mahasiswi semester VI Fakultas Hukum Universitas Surabaya ini juga masih memiliki impian yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi sprinter tercepat di Asia. ''Saya ingin menembus level Asia dan merambah kompetisi internasional lebih jauh lagi,'' katanya.

SEPUTAR SERAFI ANELIES UNANI

Nama   : Serafi Anelies Unani
Lahir  : Surabaya, 17 Februari 1989
Orang Tua
Ayah   : Johan Unani
Ibu    : Margaretha Sanggenafa
Saudara: Yesyurun Benya Unani, Maher Syalal H. Unani
Pendidikan:
- TK Indriyasana Surabaya (1994-1995)
- SD Rajawali Surabaya (lulus 2001)
- SMP Kr Petra II Surabaya (2004)
- SMA Kr Petra III Surabaya (2007)
- Fakultas Hukum Ubaya (Angkatan 2009)
Pelatih: Purnomo, Riswanto Pamudji, Ikhwan, Untung Tedjo, Matias Mambay, John Baharama, Henny Maspaitella
Klub   : Fajar Mas Mandiri

Prestasi
2002, Emas, Student Sprint, Nganjuk, Jawa Timur
2005, Emas, lari 100m ASEM (Asean Europe Meet) di Thailand.
2005, Perak, lari 200m ASEM (Asean Europe Meet) di Thailand
2005, Perak, lari 100m World Youth Championship di Maroko.
2005, Perunggu lari 100m Kejuaraan Asia Junior di Jakarta
2006, Emas, lari 100m Kejurnas Atletik di Jakarta di Jakarta
2008, Perak, lari 100m dan estafet 4x400m PON Kaltim
2008, Perunggu lari 200m dan estafet 4x100m PON Kaltim 2008
2009, Perunggu estafet 4x100 putri SEA Games XXV, Laos
2010, Emas, lari 100m Asean Universiti, Thailand
2010, Emas estafet 4x400 meter Asean Universiti, Thailand
2010, Perak estafet 4x100 meter Asean Universiti, Thailand
2011, Dua Emas Kejurnas, lari 100 meter dan 4x100 meter
2011, Emas lari 100 meter SEA Games XXVI
2011, Perak lari estafet 4x100 SEA Games XXVI

Kesukaan Serafi
Hobi: Baca Buku, Merajut, Shopping
Makanan: Bebek Goreng, Es krim
Artis: Halle Berry
Tokoh Idola: Nelson Mandela, Michelle Obama


Kata Mereka
Serafi anak yang supel dan cepat akrab dengan semua orang. Meski dia anak atletik, tapi juga bergabung di komunitas basket, saya bangga punya teman seperti dia, yang mau berteman dengan siapa saja. Tidak hanya itu, dia sangat feminin meski terlihat sangat strong.” Nelly M. Sapan, 21, teman
kuliah Serafi di Ubaya

Dia sangat pintar dalam menempatkan posisi dalam setiap suasana. Kalau sudah di atas lintasan, dia akan serius dan fokus untuk semua instruksi yang diberikan oleh sang pelatih. Di luar lintasan, orangnya dewasa dan menjadi seorang kakak yang baik dan ngayomi, juga menjadi teman curhat yang solutif. Saya berharap agar dia tetap low profile meski sudah meraih prestasi tinggi."
Tri Setyo Utami, teman sekamar Serafi di pelatnas atletik

Dia telah menjadi contoh seorang kakak yang baik. Dia tidak hanya mementingkan kepentingannya, tapi juga bertanggung jawab dengan masa depan
keluarga. Hampir semua kebutuhan pendidikan saya dipenuhi oleh kakak Serafi," Maher Syalal H. Unani, adik kandung Serafi

Dikutip dari: Jawa Pos, 18 Desember 2011

http://www.lestari.info/2012/05/serafi-anelies-unani-sprinter-wanita.html